Arsip untuk JAWABAN SOAL UJIAN INVENTARISASI HUTAN

JAWABAN SOAL UJIAN INVENTARISASI HUTAN

JAWABAN SOAL UJIAN INVENTARISASI HUTAN
KEHUTANAN FAK. PERTANIAN & KEHUTANAN UNHAS
OLEH : MOHAMMAD AQSA, S.Hut
1) Apa yang anda ketahui tentang :
a. Inventarisasi hutan ialah suatu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang cara pengukuran sebagian atau seluruh elemen-elemen dari suatu lahan hutan untuk mengetahui sifat-sifat/atau nilai dari kekayaan yang terkandung pada lahan hutan yang bersangkutan.
b. Hypsometer ialah alat untuk mengukur tinggi pohon.
c. Satuan-satuan pengukuran contoh ialah satuan-satuan yang digunakan dala pengukuran atau tepatnya penaksiran volume tegakan, dapat berupa :
z Petak ukur, yang menurut bentuknya dibedakan atas tiga :
o Petak ukur bujur sangkar, dengan luas 0.04 ha (20 x 20 m)
o Petak ukur lingkaran, dengan luas 0.1 ha (jari-jari 17.8 m)
o Petak ukur 4 persegi panjang, dengan luas 0.1 ha (20 x 50 m)
z Jalur ukur, ukuran lebar jalur sebesar 20m, sedangkan luasnya akan bervariasi sesuai dengan lebar hutan.
z Jalur petak, yang merupak kombinasi antara petak ukur dan jalur ukur, dimana jalur ukur tidak diamati secara keseluruhan tetapi didalamnya dibuat petak-petak ukur dan pohon-pohon dalam petak inilah yang diukur untuk menjadi dasar penaksiran volume tegakan secara keseluruhan.
2) Hasil pengukuran :
a. Diameter masing-masing pohon :
D : :
1. : 48.41 cm = 0.4841 m
2. : 57.01 cm = 0.5701 m
3. : 56.37 cm = 0.5637 m
4. : 47.45 cm = 0.4745 m
5. : 49.68 cm = 0.4968 m
6. : 58.82 cm = 0.5882 m
7. : 59.87 cm = 0.5987 m
8. : 50.32 cm = 0.5032 m
9. : 53.82 cm = 0.5382 m
10. : 56.69 cm = 0.5669 m

b. Luas bidang dasar masig-masing pohon :
B : d2
1. (3.14/4) . (0.4841 m)2 = 0.18 m2
2. (3.14/4) . (0.5701 m)2 = 0.26 m2
3. (3.14/4) . (0.5637 m)2 = 0.25 m2
4. (3.14/4) . (0.4745 m)2 = 0.18 m2
5. (3.14/4) . (0.4968 m)2 = 0.19 m2 6. (3.14/4) . (0.5382 m)2 = 0.23 m2
7. (3.14/4) . (0.5987 m)2 = 0.28 m2
8. (3.14/4) . (0.5032 m)2 = 0.20 m2
9. (3.14/4) . (0.5382 m)2 = 0.23 m2
10. (3.14/4) . (0.5669 m)2 = 0.25 m2

c. Volume masing-masing pohon :
V : B . t . f
1. V : 0.18 m2 : 21 m . 0.7 = 2.65 m3
2. V : 0.26 m2 : 22 m . 0.7 = 4 m3
3. V : 0.25 m2 : 16 m . 0.7 = 2.8 m3
4. V : 0.18 m2 : 19 m . 0.7 = 2.39 m3
5. V : 0.19 m2 : 18 m . 0.7 = 2.39 m3 6. V : 0.23 m2 : 21 m . 0.7 = 3.38 m3
7. V : 0.28 m2 : 16 m . 0.7 = 3.14 m3
8. V : 0.20 m2 : 18 m . 0.7 = 2.52 m3
9. V : 0.23 m2 : 19 m . 0.7 = 3.06 m3
10. V : 0.25 m2 : 18m . 0.7 = 3.15 m3

d. Volume total
V : Vi
: 2.65 m3 + 4 m3 + 2.8 m3 + 2.39 m3 + 2.39 m3 + 3.38 m3 + 3.14 m3 + 2.52 m3 + 3.06 m3 + 3.15 m3
: 29.48 m3
3) Tentukan :
a) Volume rata-rata perpetak ukur
:
:
: 3.96 m3
b) Volume rata-rata perhektar
: 39.6 m3
S2 :
:
:
: 0.149
S :
:
: 0.386
Sv : .
: .
: 0.1221 .
: 0.121
Kesalahan pengambilan contoh : t x Sv
: 2.262 x 0.121
: 0.2737

c) Taksiran volume rata-rata tegakan perpetak ukur
V – t x Sv dan V + t x Sv atau
: m3
: m3
d) Taksiran volume rata-rata tegakan perhektar
m3
m3
e) Taksiran maksimum dan minimum volume tegakan (100ha)
Taksiran minimum : 100 x 36,86.3 : 3686.3 m3
Taksiran maksimum : 100 x 42.337 : 4233.7 m3
f) Kasalahan taksiran (galat) dalam persen adalah
x 100% : 100% : 6.91 %
4) Apa yang anda ketahui tentang :
a. Random sampling ialah sampling dimana semua anggota populasi diberi kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai contoh.
b. Purposive sampling ialah sampling yang dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektivitas dari pelaksananya.
c. Systimatic sampling ialah sampling yang dilakukan menurut suatu pola tertentu atau pola sistematis, sehingga urutan nomor dan/atau penyebaran unit-unit contoh yang diamati akan terpola dengan suatu interval yang sistematis.
d. Stratifical sampling ialah sampling yang didahului oleh pengelompokkan populasi kedalam sub-sub populasi.
e. Double sampling ialah sampling yang dilakukan melalui dua tahapan.
f. Cluster sampling ialah sampling yang tidak melakukan pemilihan unit-unit contoh secara langsung, akan tetapi dimulai dengan pemilihan kelompok.
5) Alasan perlunya pengambilan sampling adalah
a. Alasan efisiensi waktu dan biaya
b. Alasan adanya resiko kerusakan yang dapat timbul dalam pelaksanaan pengamatan.
c. Alasan ketelitian dalam pelaksanaan pengamatan
d. Alasan ekonomi atau nilai manfaat.
Prinsip-prinsip pengambilan sampling antara lain :
a. Keterwakilan (representativeness) yang artinya contoh yang diwakili harus dapat mewakili semua unsur atau kelompok yang ada populasi secara proposal.
b. Ketelitian (accuracy) yang artinya selang taksiran bagi parameter sedapat mungkin tidak melampaui batas-batas tertentu yang dapat ditentukan sebelumnya, dimana hal tersebut akan dipengaruhi oleh tingkat keragaman populasi dan jumlah contoh atau intensitas sampling.
c. Kepraktisan (effeciency) yang artinya tentang perlunya diupayakan untuk memperoleh suatu tingkat ketelitian tertentu, dengan pengorbanan waktu, tenaga, biaya yang minimal.

Personal Homework
A. Gambar dibawah ini menunjukkan penyebaran potensi suatu kawasan hutan. Angka-angka didalam setiap kotak menunjukkan (m3 per hektar) dari hutan yang bersangkutan .
1. Pilihan contoh acak dari populasi termaksud dengan intensitas 10%

1 18.6 19.2 23.3 10.8 16.4 27.8 11.9 18.5 21.5 16.2 58.2 61.1 57.2 63.5 62.0
2 16.6 15.9 10.0 11.7 13.0 10.2 11.0 25.8 17.3 24.7 22.3 55.1 55.3 64.8 61.1
3 24.1 11.0 19.0 12.1 25.7 17.3 25.5 14.9 20.0 16.1 58.3 59.0 59.3 54.0 57.4
4 15.9 14.0 27.7 26.6 26.3 26.7 21.4 16.7 13.0 10.4 60.8 52.7 53.1 62.8 54.1
5 29.7 14.8 13.0 19.0 22.3 84.8 81.3 93.4 80.2 92.0 56.3 58.9 52.9 59.2 57.3
6 29.2 20.8 14.3 24.4 18.3 84.5 86.8 85.3 87.8 91.0 60.4 60.3 52.6 54.2 51.5
7 18.6 24.3 15.2 17.9 11.4 93.4 84.9 88.9 90.1 94.6 88.9 90.3 90.1 91.5 94.7
8 29.5 17.2 24.3 16.4 16.0 90.8 90.4 94.0 80.5 81.2 85.7 87.1 87.8 89.6 91.3
9 24.3 15.6 24.4 13.9 15.2 92.6 93.7 88.2 88.7 86.9 87.0 83.0 90.9 87.4 80.5
10 20.8 20.2 24.8 28.0 25.8 87.3 96.6 88.5 95.0 90.3 91.0 94.3 92.8 89.5 87.1
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Intensitas sampling : 10%
N : 150 populasi
n : 150 x 10%
n : 15 buah sample
Pemilihan contoh secara acak

No.yang terpilh Volume per hektar V2
1.1 18.6 345.96
2.2 15.9 252.81
3.3 19.0 361.0
4.4 26.6 707.56
5.5 22.3 497.29
6.6 84.5 7140.25
7.7 84.9 7208.0
8.8 94.0 88.36
9.7 90.1 8118.01
10.6 91.0 8281
11.5 56.3 3169.69
12.4 52.7 2777.29
13.3 59.3 3516.49
14.2 64.8 4199.04
15.1 62.0 3844
Jumlah 842 50506.75

2. Volume rata-rata tegakan berdasarkan contoh yang dipilih :
Volume rata-rata tegakan : :
: 56.133 m3/ha

3. Taksiran volume rata-rata tegakan :
Ragam, S2 :
:
:
:
: 231.61

SB, S :
: 15.21

GB, Sv :
:
: . 0.94
: 3.69

Kesalahan pengambilan contoh : t x Sv
: 2.145 x 3.69
: 7.8966

4. Taksiran volume rata-rata dan volume total tegakan :
V – t. Sv dan V + t. Sv
(56.133 – 7.8966  V/Ha  56.133 + 7.8966
(48.2364 V/Ha  64.0296

Taksiran volume total tegakan :
Taksiran minimum : 48.2364 x 150 = 7235.46
Taksiran maksimum : 64.0296 x 150 = 96664.44

5. Volume rata-rata dan volume total sebenarnya :
Volume rata-rata : : 49.8007 m3

Bila dibandingkan dengan taksiran volume rata-rata tegakan, maka volume rata-rata berada diantara nilai :
(7235.46  49.8007  9664.44)

Volume tegakan sebenarnya :
150 x 49.8007 m3 : 7470.105 m3

Leave a comment »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.