Hibrida

oleh : Mohammad Aqsa, S.Hut
Apa itu Hibrida?
Seringkali kita mendengar istilah padi hibrida, jagung hibrida, semangka hibrida, kacang hibrida dan lain-lain. Lalu apa itu hibrida sebenarnya? Hibrida (hybrid) adalah individu hasil perkawinan secara alami atau sengaja antara dua jenis tumbuhan dalam satu famili, baik antar marga maupun antar jenis dalam satu marga sehingga memunculkan sifat-sifat unggul. Jadi benih hibrida merupakan benih hasil persilangan antara dua varietas tanaman sejenis yang berbeda sifat induknya untuk didapatkan sifat unggul dari masing-masing induknya. Misalnya persi-langan antara tomat a dengan tomat b. Meskipun sama-sama tomat namun keduanya berbeda sifatnya misalnya tomat a bersifat buah lebat tapi tidak tahan penyakit. Sedangkan tomat b adalah buahnya sedikit namun tahan penyakit. Seorang breeder akan berusaha mendapatkan tomat unggul dengan menggabungkan kedua sifat unggul tersebut sehingga didapatkan tomat yang berbuah banyak sekaligus tahan penyakit. Proses untuk mendapatkan sifat unggul tersebut sangatlah panjang, bahkan tidak jarang ditemui kebuntuan. Varietas yang melahirkan sifat unggul itulah yang dinamakan dengan hibrida (F1). Meskipun sudah didapat varietas tersebut, tidak serta merta langsung dilepas ke pasaran karena ada tahapan-tahapan khusus yang harus dilalui agar benih tersebut bisa dijual bebas. Diantaranya proses purity (kemurnian), kemampuan adaptasi tumbuh, serta pengujian multilokasi. Penemuan sifat unggul yang membutuhkan proses panjang memang membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga wajar apabila harganya bisa lebih mahal dari benih OP maupun komposit. Turunan dari benih hibrida yaitu (F2) yang merupakan hasil perkawinan F1 x F1 akan menghasilkan tanaman yang tidak seperti benih hibrida lagi karena dalam F2 tersebut semua sifat-sifat yang diwarisi leluhurnya akan kembali muncul baik itu sifat dominan (sifat unggul) maupun resesifnya (sifat lemah). Sehingga sangat tidak disarankan bagi petani untuk menggunakan benih dari turunan hibrida.
Salah satu kelebihan benih hibrida yang selalu ditonjolkan dibandingkan benih OP adalah superioritasnya dalam hal vigor atau pertumbuhan. Bukan rahasia lagi bila benih hibrida memiliki vigor lebih baik, dan dapat menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan dan waktu panen yang lebih seragam. Navazio dalam sebuah situs nationalgarden.com manambahkan bahwa benih hibrida memiliki vigor yang lebih kuat dan mampu hidup dengan baik pada kondisi klimatologi yang lebih luas. Dengan kata lain, benih hibrida memiliki kemampuan untuk adaptasi luas baik itu dalam hal iklim maupun kondisi tanah tertentu. Saat ini beberapa jenis tanaman sayuran sudah banyak yang hibrida dengan berbagai sifat unggulnya.
Ketahanan Penyakit
Mungkin dalam buku panduan/katalog benih seringkali kita menemukan kalimat : lebih tahan terhadap penyakit. Memang, diakui atau tidak aspek ketahanan penyakit ini menjadi perhatian utama dalam pemilihan benih. Karena bila kita menggunakan benih yang tahan penyakit tentu saja akan meminimalkan resiko kegagalan panen akibat serangan penyakit. Rob Johnston, Jr. sebagai pendiri dan pimpinan perusahaan benih luar negeri Johnny’s Selected Seed’s mengungkapkan “akan lebih berat bagi kita menyilangkan sifat ketahanan penyakit pada varietas hibrida dibandingkan pada varietas OP yang kemungkinan ada beberapa gen yang tidak terbawa dalam sifat ketahanan penyakit tersebut”. Apakah itu otomatis menjadi bukti bahwa setiap varietas hibrida akan lebih tahan daripada OP? Tentu saja tidak selalu menjamin. Bisa saja benih hibrida yang kita maksud ternyata yang diambil bukanlah sifat ketahanan penyakitnya melainkan sifat fisik (penampilan) vigor serta produktivitasnya. Karena hibrida merupakan persilangan dari dua induk yang berbeda sifatnya, maka bisa jadi varietas tersebut bagus penampilan maupun vigornya, namun ternyata tidak tahan hama penyakit. Namun secara umum, dari sekian banyak vareitas hibrida yang ada, sebagian diantaranya sudah memasukkan unsur ketahanan hama dan penyakit. Sehingga wajar apabila pada setiap katalog perbenihan, kelebihan sifat yaitu ketahanan penyakit seringkali dicantumkan.
Hasil
Fakta menunjukkan bahwa produktivitas benih hibrida bisa lebih tinggi dari benih OP. Bahkan produktivitas benih hibrida bisa mencapai dua kali lipat dibandingkan benih OP. Hal ini erat kaitannya dengan sifat yang diturunkan benih hibrida tersebut yang sebagian besar lebih mengutamakan peningkatan produksi. Tidak hanya terjadi pada benih jagung, padi, namun juga pada sayuran. Namun demikian, pemilihan benih antara hibrida dengan OP tentu saja dikembalikan pada si pembuat keputusan. Karena bisa jadi tingginya hasil per tanaman yang ditunjukkan produktivitasnya sangat penting atau tidak penting bagi petani tersebut. Sebagai contoh, bila di suatu tempat konsumen yang mayoritasnya menyukai semangka tipe besar dan berat tentu saja akan mendorong petani untuk memilih benih semangka yang memiliki hasil per tanaman paling tinggi walaupun kualitas buah itu sendiri masih kurang dibandingkan yang lain. Namun berbeda dengan tempat konsumen yang lebih menyukai semangka dengan rasa sangat manis, segar dan daging merah. Tentu saja benih semangka yang produktivitasnya tinggi tersebut menjadi tidak begitu penting karena yang dipilih petani adalah semangka dengan buah ukuran sedang, namun kualitasnya tinggi (rasanya manis, enak, dan menyegarkan).
Biaya
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, untuk mendapatkan benih hibrida dibutuhkan proses yang panjang agar diperoleh hasil terbaik. Untuk itu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam penelitan dan pengembangannya., sehingga wajar apabila harga benih hibrida jauh lebih tinggi dibandingkan harga benih OP. Perbedaaan biaya ini erat kaitannya dengan biaya pembuatan benih, dan biaya riset. Namun demikian haruslah diakui bahwa petani tidak akan merasa dirugikan untuk membayar harga tinggi dari benih hibrida tersebut apabila hasilnya sesuai dengan yang diinginkan misalnya berkaitan dengan hasilnya yang tinggi, maupun kualitas buah yang dihasilkan. Artinya tingginya harga benih hibrida tidak akan sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan apabila hasil yang diperoleh memuaskan sesuai dengan keunggulan dari varietas tersebut. Kualitas benih hibrida hanya bisa terbukti di lapangan saat benih tumbuh menjadi tanaman, berapa persentase yang tumbuh? Bagaimana keseragamannnya? Bagaimana kesesuaian tanaman dengan spesifikasi benih yang ditawarkan dan lain sebagainya. Untuk itu dalam memilih benih hibrida, pengujian sampel performance dari beberapa benih yang ada sebelum memutuskan untuk membeli adalah cara yang bijaksana agar hasil yang dicapai sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan kenyataan diatas maka pemilihan benih OP maupun hibrida tetap dikembalikan pada pembuat keputusan. Masing-masing jenis benih memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pertimbangan biaya yang besar dari harga benih hibrida dapat ditutupi (di-cover) dari produktivitas yang dihasilkan. Namun tentu saja hal ini didukung dengan kualitas benih hibrida, pemeliharaan tanaman, faktor non teknis (adanya musibah hama penyakit atau bencana alam) dan lain-lain. Setidaknya pemilihan benih hibrida berkualitas merupakan awal yang baik dalam usahatani.
Gen dan Organisme

Konsep Dasar
Genetika (dari bahasa Yunani γέννω atau genno yang berarti “melahirkan”) merupakan cabang biologi yang penting saat ini. Ilmu ini mempelajari berbagai aspek yang menyangkut pewarisan sifat dan variasi sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Ada pula yang dengan singkat mengatakan, genetika adalah ilmu tentang gen. Nama “genetika” diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906
Genetika manyatukan pengetahuan biologi
Genetika berhubungan langsung dengan kebutuhan manusia
Genetika memungkinkan perbedaan dengan mempelajari gen melalui variasinya
Genetika dengan variasinya berperanan dalam membangun variasi di alam
Mengapa harus mempelajari genetika ?
Pertama
Genetika telah menempatkan diposisi sangat vital dalam subjek biologi, seperti :
– untuk mempelajari tanaman dan hewan
– kehidupan mikroba dan
– pemahaman genetika sebagai bagian esensial
Kedua
Genetika seperti Ilmu Pengetahuan (IP) lainnya, telah menjadi pusat berbagai aspek
kehidupan manusia. Hal ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari yang
menyebabkan pemikiran bagi setiap insan baik disadari maupun tidak.
Kita dapat menemukan pada hewan peliharaan kucing hitam dan kucing berbulu 3 warna,
rambutan rapiah dan sinyonya, durian petruk dan montong, atau yang lainnya. Fenomena
ini dapat dijelaskan melalui cabang ilmu biologi yaitu genetika.
Genetika , adalah Ilmu Pengetahuan tentang perlengkapan/property dari bahan genetic.
Genetika mempelajari mulai dari aspek :
– molekuler
– seluler
– organisme
– keluarga
– populasi
– evolusi
Gen adalah bahan dasar genetic yang molekulnya dinamakan “deoxyribonucleic acid”
atau disingkat DNA, yang fungsinya mengontrol penampilan sifat yang diwariskan dari
satu generasi ke generasi berikutnya.
Genom adalah kumpulan kromosom, yaitu satu atau dua set kromosom yang terdapat
dalam setiap sel dalam organisme. Setiap genom dibangun atau terdiri dari satu atau
beberapa molekul panjang DNA yang disebut kromosom.
DNA sebagai bahan dasar genetik, berperan dalam menimbulkan keragaman dan sekarang
merupakan senyawa kimia yang banyak dipelajari dengan intensif, dan menentukan
perkembangan genetika moderen dengan memanipulasi, dan merekayasanya
gene action -tindakan gen
gene frequency -kekerapan gen
gene -gen
gene interaction -saling tindak gen
gene migration – penghijrahan gen
general combining ability -daya gabungan umum
general equilibrium position -aras keseimbangan ..
general purpose plough – bajak am
general resistance -resistans menyeluruh
generation -keturunan, generasi
genesis -genesis
genetic equilibrium -keseimbangan
genetic factor -faktor genetik
genetic mottling -rintikan genetik
genetic parameter -parameter genetik
genetic variability -kebolehubahan
genetik geographic subspecies -subspesies geografi
genetik germination count -hitungan cambah,
genic male sterile -gen jantan mandul kiraan cambah
geniculate -genikulat
genital clasper -klasper genital
genital papilla -papila genital
genital primordium -primordium genital cambahan
genital seta -seta genital
genitalia -genitalia
genoholotype -genoholotip
genolectotype – genolektotip
genome -genom
genosyntype -genosintip
genotype environment interaction -saling tindak persekitaran genotip
genotypic correlation -korelasi genotip
genotypic frequency – kekerapan genotip
genotypic ratio -nisbah genotip
genotypic value -nilai genotip
genus -genus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: