Manajemen Wana Tani

Gambar

  1. Problematika kehidupan yang berdampak pada sector pertanian adalah :

–          Problem ketersediaan pangan artinya sistem pangan diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan pengaturan ,pembinaan , dan  / atau pengawasan terhadap kegiatan atau produksi pangan dan peredaran pangan sampai dengan siap dikonsumsi oleh manusia sementara itu , ketahanan pangan diartika sebagai kondisi terpengaruhoi pangan bai rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup , baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.

–          Problem masalah iklim , artinya untuk mengembangkan sektor pertanian harus mengetahui kondisi iklim setempat sebagai acuan untuk mengusahakan komoditi tanaman yang akan ditanam oleh sebab itu pendekatan yang paling efektif untuk memanfaatkan sektor daya iklim adalah penyesuaian sistem usaha tani dan paket teknologinya dengan kondisi iklim setempat . penyesuaian tersebut harus didasarkan pada pemahaman terhadap karakteristik dan sifat iklim secara baik mlalui analisis da interprestasi data iklim

–          Problem faktor tanah , artinya produktivitas pertanian sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan berbagai unsur iklim namun dalam kenyataanya, iklim / cuaca sering seakan – akan menjadi factor pembatas produksi. Hal tersebut disebabkan kekurang selarasan sistim usaha tani dengan iklim akibat kekurang mampuan kita dalam memahami karakteristik dan menduga iklim, srhingga upaya antisipasi resiko dan sifat ekstirmnya tidak dapat dilakukan dengan baik. Akibatnya, sering hasil dan mutu produksi pertanian yang diperoleh kurang memuaskan dan bahkan gagal.

Contoh kasus pada kehidupan masyarakat petani adalah :

  1. Kegagalan dalam usaha tani seperti tanaman diserqang hama
  2. Tidak adanya hasil pertanian untuk memasarkan dengan tingkat harga yang optimal
  3. Kurang memahami menggunakan IPTEK yaitu pengguna sarana prasarana produk pertanian

2.   Ada empat hal problem permasalahan utama dalam agroforestri perubahan wanatani adalah :

  1. Tekanan penduduk

–       Pertumbuhan penduduk menjadi problem pada suatu daerah,oleh karena itu pertumbuhan penduduk selalu menjadi strategi pemerintah untuk menurunkan jumlah penduduk.pemerintah sesalu mengusahakan untuk mensejahterakan penduduk (masyarakat) dimana masyarakat untuk memiliki lahan dan mencukup ketersediaan lahan dalam sisti pertanian agroforestry dan wantani dalam kaitanya bertambahnya

penduduk lahan semakin sempit

  1. Tekanan Pasar

Untuk mengusahakan suatu komodidi pertanian agroforestry harus mengetahui, komodidi yang menghasilkan di pasar karena hanya pasar selalu menjadi acuan untuk menentukan nilai yang menguntungkan pasar sebagai sektor kehutan petani artinya inplikasinya dengan wantani dengan luasan usah pertanian bisa menjawab kebutuhannya

  1. Perkembangan informasi dan Teknologi

–       Informasi merupakan masalah utama oleh para tani, artinya informasi memegang

      peranan penting dalam mengembangkan agroforestri dan wana tani , untuk mengetahui ilmu dan teknologi serta indusrialisasi dalam hal pemenuhan kebutuhan para petani .

contoh : dalam mengusahakan tanaman agroforestri yang mempunyai nilai ekonomi seperti tanaman jadi dan kayu lainnya sert tanman pertanian yang bernilai tinggi

  1. Kebijakan ( Peraturan – Peraturan yang diterapkan)

–       Artinya kebijakan dan penerapan agroforestri dan wanatani harus selalu ditaatioleh semua orang oleh karena itu segala peraturan mengikat oleh seluruh elemen masyarakat , dimana kebijakan itu menjadi keptusan yang harus ditaati karena menyangkut hak dan kewajiban dalam penerapan agroforestri dan wanatani sehingga keputusan ini menjadi aturan yang harus dimiliki oleh seluruh anggota masyarakat

3.perbedaan dan peranan agroforestri dan wanatani :

*   agroforestri yaitu sebagai sistem bentuk pengelolaan lahan yang sukses dan sistim mempunyai pola tanam pada sebidang lahan dengan memadukan tanaman kayu – kayuan dengan tanaman pangan dan mencapai peningkatan produksi dan stsbilitas

*    Wanatani adalah suatu system pola tanam dengan memadukan tanaman kehutanan tanaman kayu – kayuan dalam dalam tanaman pertanian lebih dari 1 ( satu ) jebis tanaman. Wanatani selalu memkombinasikan penanaman sejenis pohon dengan 1 ( satu ) – 2 ( dua ) jenis jenis komoditas pertanian , yang memadukan pengelolaan banyak spesies  pohon dengan aneka jenis tanaman pertanian , dan bahkan juga dengan ternak dan perikanan pengaturannya special atau pengaturan waktu. Harus adanya interaksi yang nyata ( positif dan negatif ) diantara komponen tombuhan berkayu dan komponen non kayu didalam serta sistim secara ekologi dan atau ekonomi

*    sistim agroforestri sebagian besar bertujuan untuk mempertahakan atau menambah hasil produksi dan produktifitas lahan. Agroforestri dapat memperbaiki produktifitas melalui beragi cara diantaranya dengan menambah output hasil pohon, memperbaiki kualitas lahan yang mendukung tanaman , mengurangi output tanaman dan menambah efisien tenaga kerja.

4. Manfaat agroforestri adalah :

a)      Manfaat agroforestri secara ekonomi

Wanatani akan menghasilkan jenis produk lebih beragam keragaman jeis produk yang sangat beragam pula. Kondisi ini sangat membantu petani dalam menunjang ekonmi rumah tangga mereka disbanding dengan sistim pertanian mnokultural yang bergantung pada satu komoditas saja. Contoh : tanaman  pohon jati umbi – umbian dan tanaman palawija .

b)      Manfaat konservasi

Wanatani mempunyai manfaat konservasi oleh karena itu pada sistim wanatani akan ditanami beragam jenis tanaman dalam suatu luasan sehingga tercipta interaksi ekologis dalam suatu ekosistim.

Contoh fungsi konservasi sistim wanatani adalah :

–          Memelihara sifat fisik dan kesuburan tanah.

–          Mempertahankan fungsi Hidrologis

–          Mengurangi gas rumah kaca dan mempertahankan karbon (gas rumah kaca (GRK) adalah gas – gas diatmosfiryang dapat menimbulkan perubahan dalam kesetimbangan radiasi sehingga mempengaruhi suhu atmosfir

–          Mempertahankan keanekaragaman Hayati . contoh : sistim pertanian yang intensif wanatani mempertahankan spesies yang punah.

c)       Fungsi sosial budaya

d)      Fungsi wanatani sudah sejak lama dikembangkan secara tradisional oleh masyarakat Indonesia dan secara turun temurun  sistim ini selalu dikembangkan oleh generasi selanjutnya. Sehingga sistim pertanian wanatani sudah menjadi suatu kebiasaan yang berlangsung melalui pengaturan adat istiadat pada suatu daerah.

  1. Seajarah Perkembangan agroforestri  dan wanatani di Indonesia

–          Pada zaman pra abad ke 19 agroforestri atau wanatani sudah masuk di Indonesia , pada saat itu , pada zaman penjajahan belanda, agroforestry sudah melaksanakan , namunhanya penanaman pohon – pohon hutan di kombinasikan dengan tanaman pertanian dalam suatu lahan yang merupakan kegiatabyang telah dilakukan para petani

–          Pada abad 20 sudah mulai dipraktekan agroforestri ( wanatani) sehingga berkembang melalui sistim pertanian dan selalu menghadapi tantangan faktor alami,

–          Pada tahun 1970 mulai menadakan perkembangan agroforestri sebagai sistim pengaturan lahan yang dapat diterapkan baik di pertanian maupun di kehutanan dengan melalui kebijakan  – kebijakan pembangunan Bank dunia dan Kebijakan kehutanan oleh FAO dari PBB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: